Dalam rangka pengendalian wabah penyakit Demam Berdarah Dengue, Pemerintah Desa Campurejo aktif dalam lakukan fogging di lingkungan masyarakat. Fogging dilakukan dengan menggunakan alat yang dibuat sendiri oleh salah satu masyarakat Desa Campurejo yang memanfaatkan alat-alat yang ada di sekitarnya.
Selain melakukan fogging, Pemerintah Desa Campurejo mengingatkan untuk selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat serta 3M Plus.
Menguras, merupakan kegiatan membersihkan/menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya. Dinding bak maupun penampungan air juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding tersebut. Saat musim hujan maupun pancaroba, kegiatan ini harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan.
Menutup, merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang), kita juga disarankan untuk memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.
Yang dimaksudkan Plus-nya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti berikut:
Diharapkan, Masyarakat juga ikut berperan aktif dalam pengendalian wabah penyakit Demam Berdarah Dengue.